Verana adalah kontraktor desain dan pembangunan interior untuk showroom dealer otomotif, kafe, dan kantor di seluruh Indonesia. Mereka merancang, memproduksi furniture di gudang sendiri, lalu memasang semuanya sampai serah terima. Rekam jejaknya besar: 53 proyek selesai di 29 kota, dari Aceh sampai Bali.

Pekerjaan sebesar itu perlu rumah online yang sepadan. Studi kasus ini membahas bagaimana kami merancang dan membangun verana.design, dan apa yang bisa dipelajari dari proyek ini untuk website perusahaan B2B lain.

Tantangan: membuktikan skala dan kualitas sekaligus

Calon klien Verana adalah brand otomotif, pengelola dealer, dan operator F&B. Mereka tidak membeli dari kata-kata. Mereka ingin melihat ruang yang pernah dikerjakan, di kota mana, untuk brand apa, dan seberapa konsisten hasilnya ketika proyeknya banyak.

Di sisi lain, website ini harus tetap mudah dikelola oleh tim proyek yang sibuk. Proyek baru selesai hampir terus-menerus. Kalau menambah satu proyek ke website butuh bantuan developer, portofolionya akan cepat tertinggal dari kenyataan.

Jadi tantangannya ada dua: membuktikan skala dan kualitas kepada pembeli, sambil membuat semuanya sederhana untuk tim yang mengisinya.

Bukti di halaman depan

Halaman depan Verana langsung menjawab pertanyaan pertama calon klien: apakah perusahaan ini sudah pernah mengerjakan proyek seperti milik saya? Rekam jejaknya ditampilkan dalam angka yang mudah dicerna:

  • 53 proyek selesai — showroom, kafe, kantor, dan booth pameran.
  • 29 kota, dari Aceh sampai Bali.
  • 17 brand otomotif dan F&B.
  • 131 dealer dalam program rollout Mitsubishi.

Angka-angka ini bukan hiasan. Untuk calon klien yang sedang merencanakan rollout di banyak lokasi, bukti bahwa Verana pernah mengerjakan program berskala nasional jauh lebih meyakinkan daripada kalimat pemasaran apa pun.

Portofolio yang bisa difilter, dengan halaman per proyek

Inti website ini adalah portofolionya. Proyek bisa difilter berdasarkan jenisnya — semua proyek, showroom otomotif, atau pameran — sehingga calon klien langsung menemukan pekerjaan yang paling relevan dengan kebutuhannya.

Halaman proyek website Verana dengan filter Semua, Showroom Otomotif, dan Pameran
Halaman proyek verana.design: filter per jenis proyek, lalu masuk ke halaman detail tiap proyek.

Setiap proyek punya halaman sendiri dengan foto dan lokasinya. Ini penting untuk dua alasan. Pertama, calon klien bisa melihat detail pekerjaan, bukan hanya satu foto sampul. Kedua, setiap halaman proyek menjadi halaman yang bisa ditemukan lewat pencarian — misalnya oleh orang yang mencari kontraktor interior showroom di kota tertentu.

Jalur kontak yang jelas

Website B2B yang bagus tidak berhenti di "kagum". Ia mengarahkan pengunjung ke langkah berikutnya. Verana memakai formulir konsultasi yang menanyakan hal-hal yang memang dibutuhkan tim untuk menindaklanjuti: nama, perusahaan, nomor telepon atau WhatsApp, email, jenis proyek, dan pesan.

Pilihan jenis proyek — showroom otomotif, kafe atau F&B, kantor, retail atau pameran — membantu tim menyiapkan respons yang tepat sejak kontak pertama. Formulir yang terlalu panjang membuat orang mundur, tapi formulir yang terlalu pendek membuat tim harus bertanya ulang. Kuncinya adalah meminta informasi secukupnya.

Dikelola sendiri oleh tim Verana

Konten website, termasuk proyek dan fotonya, dikelola lewat CMS yang dijalankan tim Verana sendiri. Menambah proyek baru tidak perlu menunggu developer. Ini yang membuat portofolio tetap mengikuti kenyataan di lapangan, dan rekam jejak di halaman depan tetap akurat.

Bagi perusahaan yang proyeknya terus bertambah, kemampuan ini sama pentingnya dengan tampilan. Website yang indah tapi jarang diperbarui akan pelan-pelan kehilangan kepercayaan pengunjung.

Pelajaran untuk website perusahaan B2B

  1. Tunjukkan bukti sedini mungkin. Angka rekam jejak dan proyek nyata di halaman depan menjawab pertanyaan terpenting calon klien.
  2. Buat portofolio mudah dijelajahi. Filter berdasarkan jenis pekerjaan membantu pengunjung menemukan yang relevan untuk mereka.
  3. Beri setiap proyek halaman sendiri. Lebih banyak detail untuk calon klien, lebih banyak halaman untuk ditemukan Google.
  4. Rancang formulir kontak untuk tindak lanjut. Tanyakan yang memang dibutuhkan tim untuk merespons dengan tepat.
  5. Pastikan tim bisa memperbarui sendiri. Portofolio yang tertinggal lebih merugikan daripada yang tidak ada.

Layanan yang dijelaskan sebagai satu alur kerja

Selain portofolio, website Verana menjelaskan layanannya sebagai satu alur yang utuh: konsultasi dan desain interior, produksi furniture custom di gudang sendiri, fit-out dan instalasi di lokasi, sampai rollout identitas dealer untuk banyak lokasi sekaligus. Bagi calon klien, ini menjawab pertanyaan penting lain: apakah saya harus berurusan dengan banyak vendor? Jawabannya terlihat jelas — satu tim, dari ruang kosong sampai siap beroperasi.

Kesimpulan

Website Verana dibangun di sekitar pekerjaannya: portofolio yang bisa difilter, halaman proyek yang detail, rekam jejak dalam angka, dan jalur kontak yang jelas — semuanya dikelola tim sendiri. Lihat ringkasan proyeknya di portofolio website Visualora.

Kalau perusahaan Anda punya rekam jejak yang belum terlihat di website, ceritakan kepada kami. Baca juga panduan kami tentang apa yang dicari calon klien B2B di website Anda.